Ia menambahkan, berkat Pancasila, Indonesia tetap kokoh menyatukan keberagaman etnik dan pulau. Melalui politik luar negeri bebas aktif, Indonesia juga terus berkontribusi aktif dalam perdamaian dunia, mulai dari pengiriman pasukan PBB hingga mediasi konflik regional.
Melalui momentum 1 Juni ini, Kepala BPIP mengingatkan bahwa kemajuan teknologi dan ekonomi harus tetap berjalan beriringan dengan moral Pancasila. Generasi muda pun dituntut menjadikan Pancasila sebagai living ideology (ideologi yang hidup).
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegasnya.
Di akhir pidato, terdapat tiga pesan khusus yang dititipkan untuk para menteri dan kepala daerah di seluruh Indonesia:
- Memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial.
- Menjamin hak-hak masyarakat kecil agar tidak ada rakyat yang merasa ditinggalkan.
- Dan berkomitmen penuh melawan intoleransi dan radikalisme demi menjaga harmonisasi kebangsaan.
Upacara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, diikuti pekikan merdeka yang menggema dari seluruh peserta upacara sebagai bentuk komitmen menjaga keutuhan NKRI.***
|


