NTTKreatif.com,TAMBOLAKA Isu terkait adanya penilangan kendaraan di malam hari belakangan ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) di media sosial. Sorotan dan kritikan dari netizen pun sempat mengalir ke pihak Kepolisian Resor (Polres) SBD.

">

Menanggapi kegaduhan tersebut, Wakapolres SBD, Kompol Marthin Ardjon, S.H., angkat bicara dan menepis isu yang beredar. Beliau menegaskan bahwa kegiatan yang digelar oleh personelnya di lapangan bukanlah operasi tilang, melainkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

“Ini bukan operasi, melainkan KRYD. Kalau operasi resmi tentu ada ketentuannya, seperti pemasangan plang pemberitahuan tanda pemeriksaan dan aturan lainnya. KRYD ini mekanismenya berbeda,” ujar Kompol Marthin, Kamis (21/5/2026) pagi.

Kompol Marthin menjelaskan, dalam skema KRYD, personel kepolisian lebih fokus mengatur arus lalu lintas sambil memantau potensi pelanggaran kasat mata. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas dan mengantisipasi maraknya kasus pencurian dalam beberapa waktu terakhir.

“Beberapa pekan terakhir ini kita melihat banyak kecelakaan yang sampai merenggut nyawa. Sangat disayangkan, hal itu sering kali terjadi hanya karena kelalaian dan ketidakpatuhan dalam berlalu lintas,” ungkapnya.

Kompol Marthin, mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik atau merasa resah saat melihat keberadaan petugas di jalan raya pada malam hari. Selama pengendara mematuhi aturan dan melengkapi atribut kendaraannya, perjalanan mereka tidak akan terganggu.

“Masyarakat tidak perlu takut atau khawatir saat ada anggota di lapangan. Syaratnya mudah: lengkapi kendaraan, gunakan helm, pastikan plat nomor terpasang, dan lampu-lampu berfungsi dengan baik. Kalau semuanya lengkap, silakan melintas saja,” tambahnya.

Untuk saat ini, wilayah operasi KRYD masih difokuskan di seputaran Kota Tambolaka dan sekitarnya. Namun, ke depan tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa akan diperluas ke wilayah hukum Polsek jajaran di seluruh Kabupaten SBD.

Mengenai batas waktu pelaksanaan, Wakapolres menyatakan pihak kepolisian akan terus memantau perkembangan tingkat kesadaran masyarakat di jalan raya.

“Kalau kesadaran masyarakat sudah membaik, kita akan lebih mengedepankan upaya preventif. Harapan kita, tertib lalu lintas itu tumbuh dari kesadaran hati nurani demi keselamatan bersama, bukan karena takut ada petugas. Sebab, kecelakaan sering kali bermula dari sebuah pelanggaran,” pungkas Kompol Marthin.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625