NTTKreatif.com, WAIKABUBAK – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak sekolah dasar di salah satu Sekolah Dasar Katolik di Sumba Barat memicu gelombang amarah publik di media sosial.

Maraknya sorotan publik ini bermula dari unggahan akun Facebook bernama Murtad Murtad di grup publik SUMBA BARAT BEBAS BERSUARA.

Dalam unggahan tersebut, terduga pelaku diungkap memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan pimpinan sekolah setempat.

“Pelaku pelecehan sexual/sodomi adalah keponakan kepala sekolah SD Katolik sumba barat tersebut. Aparat harus periksa dan adili juga itu kepala sekolah jangan sampai 1 aliran pedofil makanya selalu lindungi pelaku sehingga tidak ketahuan selama beberapa tahun ini!” tulis akun Murtad Murtad.

Akun tersebut juga menambahkan bahwa laporan mengenai aksi bejat terduga pelaku sebenarnya sudah berulang kali dilayangkan oleh para korban.

“Selama ini ada banyak laporan dari korban tapi kepala sekolah selalu membela dengan alasan para korban mengada-ngada. Sekian tahun sudah berapa banyak korban? Kasus seperti ini harus dibuka ke publik terutama pelaku tersebut!” lanjutnya.

Kekecewaan masyarakat semakin memuncak saat terungkapnya dugaan pembiaran serta perlakuan intimidatif terhadap para siswa yang memberanikan diri untuk melapor.

Melalui kolom komentar, akun Javier H membeberkan fakta memprihatinkan terkait respons pihak pimpinan sekolah terhadap aduan para murid.

“Iya waktu anak2 lapor, anak2 kepsek kasih berlutut lagi.. karena kepsek menganggap mereka mengada ada,” ungkap akun Javier H.

Ia kemudian merinci kronologi penerimaan laporan yang terkesan terus-menerus diabaikan oleh pihak pimpinan sekolah tersebut.

“Padahal laporan pertama dia su terima tanggal 17, kemudian tanggal 29 ada ank2 yg lapor lagi di masih mau meragukan lagi ko?? Ini anak2 panti lagi yg dia suruh berlutut,” tambahnya.

Gelombang komentar pedas dan desakan agar kasus ini segera ditangani secara hukum terus mengalir deras dari warganet yang geram.

Akun Matius Deha secara tegas meminta pihak berwajib tidak ragu untuk menyeret oknum kepala sekolah ke jalur hukum.

“Pelaku itu harus di tindak tegas sesuai hukum yg berlaku di Negara ini, kalo perlu kepala sekolahnya juga harus di periksa kalo tidak begitu anak2 sebagai massa depan bangsa akan terus jadi korban mereka,” tulis akun Matius Deha.

Desakan serupa disuarakan oleh akun Merry Andani yang menilai adanya tindakan pembiaran sengaja demi melindungi anggota keluarga.

“Harus hukum dan non aktifkan juga kepalah sekolahnya karena sudah nyata 2 , melindungi manusia perusak masa depan dan psikologi anak, karena merasa keluarga nya ini iblis baru biarkan ank org di kasih rusak,” sebut Merry Andani.

Sementara itu, akun Seingu Riga menilai introgasi terhadap pimpinan sekolah sangat vital untuk membongkar keterlibatan pembiaran tersebut.

“Betul itu kepala sekolah harus dia periksa,karena setiap anak2 lapor dia abaikan dan coba introgasi sama jepalah sekolah apa dia panggil sama guru binatang yg melakukan pelecehan kalo dia tidak panggil berarti sama2 kekainan,” tegas akun Seingu Riga.

Senada dengan hal tersebut, akun Lidia Rade Kaka turut mencurigai adanya indikasi kerja sama dalam menutup-nutupi kejahatan ini.

“Kepala sekolahnya juga wajib di periksa Kemungkinan ada kerja sama,” tulis akun Lidia Rade Kaka di kolom komentar.

Kecurigaan publik semakin diperkuat oleh pernyataan akun FernanThez FernanThez yang menyoroti upaya penyembunyian identitas terduga pelaku.

“PEDOFILIA di BELA & di TUTUPI IDENTITASNYA.. Ada Apa dengan ini semua??” kritik akun FernanThez FernanThez.

Namun, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Senin (7/9/2026) sore, Kepala Sekolah SDK Waikabubak enggan memberikan tanggapan.

​”Saya tidak bersedia karena sudah ditangani pihak kepolisian. Langsung saja ke pihak kepolisian.”

“Tanya saja ke pihak kepolisian,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Melihat eskalasi emosi warga, aparat penegak hukum serta dinas terkait didesak untuk segera mengambil langkah hukum yang transparan, menindak tegas terduga pelaku, serta menjamin perlindungan maksimal bagi seluruh korban.***

i

DILARANG KERAS!! Mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin NTTKREATIF.COM

Keberatan/Sanggahan? Kirim ke: nagagayamultimedia@gmail.com