Dirinya menambahkan kalau kepentingannya adalah mengerjakan Koperasi Merah Putih sesuai prosedur yang ada.
Sementara itu, Dandim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana saat dikonfirmasi media ini enggan merinci secara detail nilai rupiah yang dihabiskan.
Dirinya memastikan bahwa seluruh biaya yang terserap sudah melalui perhitungan matang di tingkat nasional.
“Terkait anggaran, kami sepenuhnya mengikuti ketetapan pemerintah pusat. Semua sudah terhitung dan dialokasikan sesuai dengan kebutuhan pembangunan di lapangan,” ujar Denny
Selain masalah anggaran, Dandim juga menekankan bahwa pengerjaan fisik bangunan mengikuti instruksi teknis dari mitra pusat yaitu PT Agrinas.
“Kami membangun sesuai dengan spesifikasi (spek) yang telah ditentukan oleh PT Agrinas. Semua detail teknis harus presisi agar fungsi gerai nantinya maksimal sesuai rencana,” ujarnya lagi. ***
|
