NTTKreatif.com, Maumere -Viral di media sosial Facebook beberapa hari belakangan soal
tudingan Kades Geliting, Kabupaten Sikka, NTT yang mengambil alih pengadaan bahan bagunan dan mencari keuntungan dari pembagunan koperasi merah putih.
Tudingan ini pertama kali disampaikan oleh peserta anonim di grup Facebook, Forum Peduli Rakyat Sikka.
Menanggapinya Kades Geliting, Markarius Oskar saat dikonfirmasi oleh nttkreatif.com menyebut kalau informasi yang disampaikan akun anonim tersebut tidaklah benar.
“Saya tidak pernah mengambil alih pengadaan bahan atau mencari keuntungan dari pembagunan koperasi desa merah putih desa Geliting,saya diminta untuk membantu mengawasi proses pembagunan gedung koperasi karena yang bertanggung jawab itu kodim 1603/SIKKA melalui Babinsa 1603-04 Kewapante,” katanya.
Sementara itu terkait pengadaan batu batako yang mana diambil dari luar desa Geliting dan mencari harga yang murah biar untung banyak, dirinya berkilah kalau harga batu batako sesuai anggaran yang disiapkan sesuai amanah dari Babinsa setempat.
“Di desa Geliting memang ada yang berjualan batu batako tetapi harganya tidak sesuai dengan anggaran yang disiapkan oleh Kodim 1603/Sikka, maka dari itu saya mengambil batu batako dari luar desa Geliting yang mana harganya sesuai dengan anggaran yang disiapkan,” terangnya.
Dirinya menambahkan kalau kepentingannya adalah mengerjakan Koperasi Merah Putih sesuai prosedur yang ada.
Sementara itu, Dandim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana saat dikonfirmasi media ini enggan merinci secara detail nilai rupiah yang dihabiskan.
Dirinya memastikan bahwa seluruh biaya yang terserap sudah melalui perhitungan matang di tingkat nasional.
“Terkait anggaran, kami sepenuhnya mengikuti ketetapan pemerintah pusat. Semua sudah terhitung dan dialokasikan sesuai dengan kebutuhan pembangunan di lapangan,” ujar Denny
Selain masalah anggaran, Dandim juga menekankan bahwa pengerjaan fisik bangunan mengikuti instruksi teknis dari mitra pusat yaitu PT Agrinas.
“Kami membangun sesuai dengan spesifikasi (spek) yang telah ditentukan oleh PT Agrinas. Semua detail teknis harus presisi agar fungsi gerai nantinya maksimal sesuai rencana,” ujarnya lagi. ***
|
