NTTKreatif, LARANTUKA – Wacana relokasi bagi para pengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur terus bergulir.

Jika sebelumnya pemerintah melalui Pemkab Flores Timur sudah menyiapkan dua titik masing-masing di Konga dan Kobasoma maka kini muncul tiga lokasi baru yang disebut potensial sebagai tempat relokasi bagi para pengungsi yang kembali diajukan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur.

">

Tiga lokasi tersebut adalah Botongkarang/Noboleto, Wukoh Lewoloroh, yang terletak di perbatasan Flores Timur dan Sikka, dan Kojarobet di Desa Hewa.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang diadakan di Kantor Kemenko PMK pada Rabu, 20 November 2024 kemarin.

Dalam rapat tersebut Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyebut setidaknya ada 2.209 kepala keluarga (KK) akan direlokasi akibat bencana erupsi tersebut.

Mereka akan direlokasi dengan dua opsi skema relokasi yang sudah disiapkan pemerintah untuk mempermudah masyarakat terdampak dalam memulai kembali kehidupan mereka.

Opsi tersebut bebernya adalah relokasi terpusat, di mana pemerintah menyediakan lahan dan rumah yang sudah siap huni bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal baru.

Sementara untuk opsi kedua adalah relokasi mandiri di mana pemerintah akan membangunkan rumah bagi warga di tanah mereka sendiri, dengan dukungan fasilitas dan infrastruktur yang disiapkan oleh pemerintah.

Menariknya dari hasil pendataan sementara yang dilakukan pihaknya tersebut terhadap 776 keluarga, sekitar 10 persen memilih opsi relokasi mandiri, sementara sisanya memilih relokasi terpusat.

“Proses pendataan relokasi terus dilakukan oleh BNPB, melalui dialog langsung dengan warga. Pemerintah memastikan bahwa upaya pemulihan akan terus dipantau dan disinkronkan agar warga yang terdampak bencana dapat segera memulai kehidupan baru di tempat yang lebih aman,” katanya.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625