PT Angkasa Pura merespons cepat dengan mendirikan posko krisis di titik-titik krusial bandara. Langkah ini difokuskan untuk mengurai kepadatan antrean dan memberikan kejelasan informasi bagi calon penumpang yang terdampak.

Pihak maskapai penerbangan turut memberlakukan skema mitigasi darurat bagi pelanggan. Fasilitas perubahan jadwal (reschedule) tanpa biaya tambahan hingga pengembalian dana tiket (refund) penuh disediakan sebagai opsi kompensasi.

Pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kolom abu terlempar hingga ribuan meter di atas puncak kawah. Tingginya intensitas erupsi membuat status waspada tetap diberlakukan pada level tinggi.

Analis penerbangan menegaskan bahwa mikro-partikel abu vulkanik mengandung tajamnya material silika. Jika tersedot ke dalam turbin pesawat, lelehan material ini dapat membeku kembali dan memicu kegagalan mesin secara mendadak di udara.

Selain Soekarno-Hatta, penyesuaian rotasi armada dan pengalihan jalur terbang juga diterapkan pada beberapa bandara penyangga di sekitarnya. Pengalihan ini dilakukan guna mencegah efek domino pada jadwal penerbangan nasional secara keseluruhan.

Situasi di dalam area terminal perlahan dapat dikendalikan seiring penanganan langsung dari petugas lapangan. Meski kekecewaan tidak terhindarkan, sebagian besar penumpang memilih kooperatif mengingat prioritas utama adalah keselamatan jiwa.

Otoritas penerbangan menegaskan pembukaan kembali ruang udara sepenuhnya bergantung pada dinamika arah angin serta tingkat kebersihan jalur penerbangan. Pemantauan intensif terus berjalan hingga atmosfer benar-benar bersih dari ancaman material vulkanik.***

i

DILARANG KERAS!! Mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin NTTKREATIF.COM

Keberatan/Sanggahan? Kirim ke: nagagayamultimedia@gmail.com