NTTKreatif.com, Tambolaka– Politisi PDI Perjuangan sekaligus Anggota DPR RI, Andreas Hugo Pareira, melontarkan kritik menohok menanggapi kunjungan mantan Presiden Joko Widodo ke Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini.

">

Pernyataan lugas tersebut disampaikan Hugo di hadapan ratusan kader saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan Sumba Barat Daya di Hotel Sinar Tambolaka, Rabu (12/8/2026).

Hugo menegaskan, agenda internal ini merupakan konsolidasi krusial untuk memperkuat mesin politik partai hingga ke tingkat akar rumput.

Di hadapan awak media, ia secara terbuka menyatakan bahwa kedatangan Jokowi sama sekali tidak merusak atau menggoyang basis pemilih PDI Perjuangan di NTT.

Sebaliknya, Hugo menilai momentum tersebut justru menjadi cermin jernih untuk membedakan antara aksi politik instan dan pergerakan partai yang terorganisir.

Ia menekankan bahwa publik kini bisa menilai secara objektif mana gerakan yang sekadar mengandalkan kerumunan massa, dan mana organisasi yang memiliki akar perjuangan kuat.

Menurutnya, PDI Perjuangan bekerja berbasiskan struktur yang rapi, disiplin kader, serta ideologi perjuangan yang jelas.

“Mengurus organisasi dan mempersiapkan struktur partai. Kenapa, itu membedakan mana gerombolan dengan organisasi, ” tegas Hugo.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan partai politik tidak diukur dari hura-hura penampakan massa di lapangan, melainkan dari soliditas kelembagaan yang konsisten.

Kehadiran figur populer di luar struktur partai, lanjutnya, tidak akan mampu menumbangkan loyalitas konstituen yang telah dirawat sejak lama.

Oleh karena itu, konsolidasi di Sumba Barat Daya menjadi bukti nyata bahwa barisan PDI Perjuangan tetap solid dan tidak terpengaruh oleh dinamika luar.

Hugo meminta seluruh pengurus dari tingkat cabang hingga ranting untuk tetap fokus menjalankan agenda kerakyatan dan menjaga basis massa.

Ia mengingatkan para kader bahwa pendidikan politik dan penguatan organisasi adalah kunci utama dalam menghadapi setiap tantangan politik.

PDI Perjuangan terbukti memiliki daya tahan tinggi karena dibangun atas dasar kelembagaan yang matang, bukan sekadar ketokohan personal.

Melalui Musancab ini, seluruh elemen partai di SBD berkomitmen untuk terus merapatkan barisan dan memperkuat benteng politik di tingkat desa.

Langkah strategis ini diyakini akan menjaga Nusa Tenggara Timur tetap menjadi salah satu basis terkuat PDI Perjuangan.**