Menurutnya, selama ini peran ibu terlihat dominan namun hal tersebut tidak bisa menutupi fakta kalau peran ayah juga sangatlah penting dalam tumbuh kembang anak itu sendiri. Sehingga dalam proses pengasuhan, sedapat mungkin anak mendapatkan pengasuhan yang seimbang antara ayah dan ibunya dengan harapan bisa membangun generasi Sumba Barat Daya yang cerdas, bermoral dan berkarakter.
“Khusus bagi 6 desa, saya harapkan bisa menjadi model keluarga ramah anak yang nantinya bisa direplikasi ke desa-desa lain di seluruh wilayah Sumba Barat Daya,” pesannya.
Dirinya menambahkan, sebagai Pemerintah, pihaknya sangat berkomitmen untuk mendukung setiap inisiatif yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga dalam menurunkan kekerasan terhadap anak-anak serta membangun lingkungan yang aman dan penuh kasih bagi setiap anak.
Dirinya pun meminta para orang tua, khususnya para ayah terpanggil untuk lebih aktif dalam pengasuhan anak sehari-hari selain meminta para perangkat desa dan para kader perlindungan anak untuk mampu mendorong terciptanya sistem berbasis komunitas untuk mencegah kekerasan terhadap anak.
“Harus ada rencana tindak lanjut nyata yang bisa diimplementasikan bersama di 6 desa percontohan sehingga hasil workshop ini bukan hanya teori saja tetapi juga harus benar-benar menjadi gerakan kolektif ke depannya,” pintanya lagi.
Pantauan nttkreatif.com, hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kadis Kependudukan dan sejumlah tamu undangan lainnya termasuk kepala desa 6 desa bimbingan dan percontohan di Kecamatan Kota Tambolaka.***
|


