NTTKreatif.com, Tambolaka – Bupati SBD, Ratu Wulla Talu menegaskan kalau peran ayah dalam tumbuh kembang anak sangatlah penting selain ibu untuk menciptakan generasi Sumba Barat Daya yang cerdas, bermoral dan berkarakter.

">

Pesan ini, ia sampaikan sesaat sebelum membuka kegiatan Workshop Anak Berbasis Keluarga bertajuk Saat Ayah Hadir di Setiap Pertumbuhan Anak bertempat di Fortuna Convation Hall, Sabtu, 22 November 2024 kemarin.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, para mitra pembangunan, para narasumber serta para peserta dari 6 desa di Kecamatan Kota Tambolaka yang telah memberikan perhatian besar bagi masa depan anak,” kata Bupati Ratu Wulla Talu mengawali sambutannya.

Dirinya mengatakan kalau anak adalah anugerah terbesar sekaligus investasi jangka panjang bagi daerah. Namun hal tersebt tergantung pada cara membesarkan, melindungi dan mendampingi anak.

“Karena itu, upaya perlindungan anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah atau lembaga tertentu saja tetapi harus dimulai dari tempat pertama yakni keluarga,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini peran ibu terlihat dominan namun hal tersebut tidak bisa menutupi fakta kalau peran ayah juga sangatlah penting dalam tumbuh kembang anak itu sendiri. Sehingga dalam proses pengasuhan, sedapat mungkin anak mendapatkan pengasuhan yang seimbang antara ayah dan ibunya dengan harapan bisa membangun generasi Sumba Barat Daya yang cerdas, bermoral dan berkarakter.

“Khusus bagi 6 desa, saya harapkan bisa menjadi model keluarga ramah anak yang nantinya bisa direplikasi ke desa-desa lain di seluruh wilayah Sumba Barat Daya,” pesannya.

Dirinya menambahkan, sebagai Pemerintah, pihaknya sangat berkomitmen untuk mendukung setiap inisiatif yang bertujuan memperkuat ketahanan keluarga dalam menurunkan kekerasan terhadap anak-anak serta membangun lingkungan yang aman dan penuh kasih bagi setiap anak.

Dirinya pun meminta para orang tua, khususnya para ayah terpanggil untuk lebih aktif dalam pengasuhan anak sehari-hari selain meminta para perangkat desa dan para kader perlindungan anak untuk mampu mendorong terciptanya sistem berbasis komunitas untuk mencegah kekerasan terhadap anak.

“Harus ada rencana tindak lanjut nyata yang bisa diimplementasikan bersama di 6 desa percontohan sehingga hasil workshop ini bukan hanya teori saja tetapi juga harus benar-benar menjadi gerakan kolektif ke depannya,” pintanya lagi.

Pantauan nttkreatif.com, hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kadis Kependudukan dan sejumlah tamu undangan lainnya termasuk kepala desa 6 desa bimbingan dan percontohan di Kecamatan Kota Tambolaka.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625