Petugas pemadam kebakaran langsung melakukan penyemprotan busa (foam) khusus untuk memadamkan kobaran api di area mesin. Di saat bersamaan, tim penyelamat masuk ke dalam kabin untuk memimpin evakuasi darurat para penumpang.

Berdasarkan manifest penerbangan, pesawat Pasola Air PA123 mengangkut total 110 penumpang dan kru. Seluruh kru pesawat berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan hanya mengalami luka ringan akibat benturan.

Hasil pendataan akhir dampak insiden mencatat 2 orang meninggal dunia, 11 orang mengalami luka berat, dan 18 orang luka sedang. Sementara itu, sisanya dinyatakan selamat atau hanya menderita luka ringan.

Para korban luka segera mendapatkan pertolongan medis pertama sebelum dirujuk ke tiga fasilitas kesehatan terdekat di Kabupaten Sumba Barat Daya. Rumah sakit rujukan tersebut meliputi RS Karitas, RS Reda Bolo, dan Puskesmas Reda Mata.

Untuk mengantisipasi kepanikan keluarga korban di area terminal, tim pendamping diterjunkan ke lokasi. Penanganan dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Daerah, Forkopimda, serta tokoh adat setempat guna menjaga kondusivitas situasi.

Kepala Otoritas Bandara memastikan seluruh penumpang terlindungi oleh jaminan asuransi resmi maskapai. Hak-hak perlindungan tersebut diberikan sesuai dengan prosedur regulasi kepemilikan tiket dan manifest resmi.

Proses penyelidikan teknis mengenai penyebab pasti kegagalan landing gear diserahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Tim ahli KNKT diterjunkan langsung ke lokasi untuk mengumpulkan data dan bukti investigasi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan krisis. Koordinasi terpadu ini menjadi aspek vital dalam menjaga keselamatan publik di wilayah Sumba Barat Daya.

Langkah strategis tersebut tidak hanya berfokus pada area operasional bandara, tetapi juga mencakup penguatan sistem tanggap darurat nasional. Sinergi melibatkan aparat keamanan, tim medis, hingga pemangku kepentingan daerah.

Evaluasi dan simulasi rutin berkala dinilai efektif meningkatkan kesiapsiagaan operasional seluruh personel. Dengan demikian, krisis nyata di lapangan dapat ditangani secara akurat, cepat, dan terukur.

Agus Priyatmono menegaskan bahwa seluruh rangkaian insiden pesawat terbakar ini merupakan skenario realistis dalam latihan PKDKKP 2026. Simulasi dirancang khusus untuk menguji keandalan fasilitas dan kapasitas personel.

Latihan berkala ini memetakan koordinasi antara Otoritas Bandara, AirNav Indonesia, Tim PKP-PK, pihak Maskapai, Pemkab Sumba Barat Daya, TNI, Polri, hingga fasilitas kesehatan rujukan.

Melalui pelatihan ini, Bandara Lede Kalumbang membuktikan kesiapan infrastruktur dan keahlian personel dalam menjamin standar keselamatan dan keamanan penerbangan tertinggi bagi masyarakat.***