Sisanya, ia akan upayakan melalui langkah-langkah lain di luar skema APBD 2.
Lebih lanjut, Ratu Wulla menyatakan kesiapannya memberikan bantuan produktif kepada masyarakat, seperti perahu untuk nelayan, ternak untuk petani, dan alat tenun untuk pengrajin.
“Saya ingin semua warga di sini punya aktivitas yang bisa menyejahterakan mereka,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga akan melatih anak-anak di Kampung Ratenggaaro dalam hal keterampilan berbahasa Inggris dan seni budaya.
“Kita akan hadirkan instruktur agar anak-anak kita siap menyambut tamu wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri,” jelasnya.
Bupati juga menyinggung soal perdes yang sudah dibuat dalam pengelolaan pariwisata Ratenggaaro.
Ia meminta aturan tersebut ditegakkan demi kenyamanan dan ketertiban kawasan wisata tersebut.
“Yang tidak punya kewenangan tidak boleh mengatur seenaknya. Harus ada pengelolaan yang jelas dan terstruktur,” tegasnya kepada warga.
Ia juga berencana membangun satu lopo atau balai kegiatan masyarakat yang bisa difungsikan sebagai pusat pelatihan dan aktivitas seni budaya di Ratenggaro.
“Kita tidak ingin hal yang kemarin terjadi terulang. Siapapun tamu yang datang, harus merasa nyaman. Itu tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.***
|


