NTTKreatif, Tambolaka – Kampung Adat Ratenggaro di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) baru-baru ini menjadi perbincangan banyak pihak termasuk para wisatawan.
Hal ini merujuk pada postingan salah satu Youtuber Jajago Keliling Indonesia yang membuka fakta mencengangkan soal salah satu destinasi unggulan di Kabupaten SBD itu.
Bagaimana tidak, dalam postingannya, Jajago Keliling Indonesia membongkar soal kebiasaan oknum warga dan anak-anak yang kerap meminta uang yang menurutnya tidak masuk akal. Apalagi dalam postingannya itu, dirinya sampai menyebut akibat dari perbuatan para oknum, uang yang ada di dompetnya sampai ludes.
Sontak saja. postingannya itu jadi sorotan dan dibanjiri komentar negatif para netizen yang membuat pariwisata SBD kena imbasnya.
Tidak mengherankan jika kemudian, Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla sampai menangis dibuatnya. Tangisan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu Wulla itu terlihat saat dirinya hadir dalam pertemuan bersama dengan Warga Kampung Adat Ratenggaro, Jumat lalu.
“Kemarin ada berita viral di Facebook yang buat saya terluka. Saya tidak mau. Kenapa? Saya tidak mau masyarakat saya dihina-hina,” katanya sambil meneteskan air mata disaksikan Wakil Bupati SBD, Dominggus A Rangga Kaka dan sejumlah pihak lainnya.
Dirinya menambahkan dirinya tidak mau rakyatnya dihina karena kekurangan yang ada karena baginya itu adalah harga diri.
“Harga diri bagi saya, Bapa Ibu sekalian. Banyak yang kirim berita buat saya terkait Ratenggaro. Saya tahu kita punya banyak kekurangan tapi tidak seperti itu juga Bapa Mama. Bahkan ada yang bilang minta maaf memalukan. Saya menangis,” tambahnya lagi.
Dirinya menambahkan dengan situasi ini tentu pihaknya tidak akan menutup mata. Pembenahan dan penataan akan dilakukan pihaknya.
“Memang belum ada perencanaan lewat APBD 2 untuk tahun ini. Tapi saya akan cari cara lain, dari sumber mana pun, untuk menata kembali kawasan ini,” jelas Ratu Wulla.
Ia mengungkapkan bahwa Bank NTT sudah berkomitmen memberikan dukungan untuk pengembangan fasilitas di Ratenggaro.
|
