“Mari kita sama-sama bikin Satu Rumah Baca di setiap desa Jaga juga kita punya bahasa daerah. Anak-anak SBD harus tahu dan bangga bicara bahasa Kodi, Wewewa, dan Loura karena itu identitas kita. Tapi, jangan lupa juga harus lancar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris supaya bisa tahu perkembangan dunia,” kata Bapak Markus.

Bupati SBD, Ratu Wulla, dalam pidatonya menyampaikan bahwa literasi atau kemampuan membaca dan menulis itu sangat penting untuk masa depan anak-anak SBD. Dengan membaca, masyarakat akan menjadi lebih pintar, berkarakter, dan siap bersaing dengan daerah luar.

">

Ratu Wulla juga mengingatkan bahwa urusan memajukan budaya membaca ini bukan tugas pemerintah saja, tapi tugas kita bersama, mulai dari sekolah, komunitas, hingga orang tua di rumah.

Sebagai Bapak Literasi yang baru, Markus Dairo Talu diharapkan bisa menjadi contoh, membantu menyediakan buku-buku yang bagus, dan merangkul semua pihak agar masyarakat SBD makin pintar.

“Selamat untuk Bapak Markus Dairo Talu. Pemerintah SBD siap dukung penuh. Mari kita sama-sama gandengan tangan untuk SBD yang lebih cerdas dan maju. Karena dari rajin membaca, akan lahir pengetahuan dan inovasi untuk kemajuan daerah kita,” tutup Bupati Ratu Wulla.***