NTTKreatif.com, TAMBOLAKA– Kabar baik untuk masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) yang sering berobat ke RSUD Reda Bolo. Untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang bagus, Bupati SBD, Ratu Wulla Talu, mengambil langkah berani.

">

Bupati SBD memutuskan untuk sementara waktu berkantor di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD), Reda Bolo, Pada selasa 02 Juni 2026.

Langkah ini diambil Ratu Wulla Talu karena ingin memastikan langsung kondisi nyata di lapangan. Beliau tidak mau hanya menerima laporan, sementara warga di rumah sakit mengeluhkan pelayanan.

Selama berkantor di RSUD Reda Bolo, Bupati Ratu Wulla akan memeriksa langsung pelayanan dari poli ke poli, mengecek apakah stok obat-obatan aman, melihat kesiapan alat kesehatan, hingga memantau bagaimana sikap para perawat dan dokter (nakes) saat melayani warga.

“Saya mau pelayanan ini berkualitas untuk masyarakat. Saya ingin melihat langsung dari poli ke poli, apa yang menjadi persoalan, bagaimana ketersediaan obat, dan seperti apa pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan kepada masyarakat,” kata Ratu Wulla.

Ada beberapa hal penting yang menjadi perhatian utama Bupati Ratu Wulla Talu selama berkantor di rumah sakit:

Pertama bupati SBD, memastikan warga yang datang berobat dilayani dengan baik dari setiap ruangan poli,

Kedua, memastikan tidak ada lagi cerita pasien kesulitan mendapatkan obat atau kekurangan pasokan gas CO2 medis.

Ketiga, memeriksa gedung baru yang masih dalam masa pemeliharaan. Jika ada atap yang bocor atau fasilitas yang rusak, pihak ketiga (kontraktor) harus segera memperbaikinya sebelum rumah sakit ini dibuka penuh.

Keempat, Bupati juga mengawal sendiri alat-alat kesehatan baru yang sedang dikirim dan memastikan alat tersebut sudah dicek kelayakannya sebelum digunakan.

Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas pengobatan, RSUD Reda Bolo kini terus berbenah. Bukan cuma gedungnya yang diperbesar dan alatnya yang dimodernisasi, tetapi tenaga medisnya juga ditambah.

Saat ini, RSUD Reda Bolo sudah kedatangan dr. Yusuf Arfian Mulia, seorang dokter spesialis bedah yang siap melayani kebutuhan operasi warga Sumba Barat Daya, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh lagi berobat ke luar daerah untuk penanganan bedah.

Bupati Ratu Wulla menegaskan, bangunan rumah sakit yang bagus tidak akan ada gunanya jika masyarakat tidak dilayani dengan hati.

“Masyarakat bukan cuma datang untuk berobat, tapi mereka harus pulang dengan kepuasan. Obatnya harus ada, petugasnya harus siap siaga, dan fasilitasnya harus nyaman,” tegasnya.***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625