Ketiga, memeriksa gedung baru yang masih dalam masa pemeliharaan. Jika ada atap yang bocor atau fasilitas yang rusak, pihak ketiga (kontraktor) harus segera memperbaikinya sebelum rumah sakit ini dibuka penuh.
Keempat, Bupati juga mengawal sendiri alat-alat kesehatan baru yang sedang dikirim dan memastikan alat tersebut sudah dicek kelayakannya sebelum digunakan.
Sementara itu, untuk meningkatkan kualitas pengobatan, RSUD Reda Bolo kini terus berbenah. Bukan cuma gedungnya yang diperbesar dan alatnya yang dimodernisasi, tetapi tenaga medisnya juga ditambah.
Saat ini, RSUD Reda Bolo sudah kedatangan dr. Yusuf Arfian Mulia, seorang dokter spesialis bedah yang siap melayani kebutuhan operasi warga Sumba Barat Daya, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh lagi berobat ke luar daerah untuk penanganan bedah.
Bupati Ratu Wulla menegaskan, bangunan rumah sakit yang bagus tidak akan ada gunanya jika masyarakat tidak dilayani dengan hati.
“Masyarakat bukan cuma datang untuk berobat, tapi mereka harus pulang dengan kepuasan. Obatnya harus ada, petugasnya harus siap siaga, dan fasilitasnya harus nyaman,” tegasnya.***
|


