Menurutnya, fasilitas ini menjawab kebutuhan dasar kesehatan masyarakat setempat.
“Mari kita jaga dan rawat fasilitas ini bersama-sama. Kepada tenaga kesehatan dan kepala puskesmas, berikan pelayanan yang baik dan adil tanpa membeda-bedakan masyarakat,” ujar Stef.
Ia menegaskan, secara fisik pembangunan gedung telah selesai dan relatif mudah diwujudkan. Tantangan ke depan, kata Stef, justru terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga kesehatan dari pimpinan puskesmas hingga jajarannya.
“Gedungnya sudah baru, maka semangat kerja juga harus baru. Harus ada inovasi, terobosan, dan perubahan pola kerja,” tegasnya.
Stef mengingatkan agar pelayanan kesehatan yang lambat seperti di masa lalu tidak terulang kembali di gedung baru.
“Kalau dulu masyarakat harus menunggu karena dokter atau petugas belum datang, dengan gedung baru pola kerja seperti itu harus diubah. Berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya.
Dalam laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka disebutkan bahwa Puskesmas Nanga dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025 Subbidang Penguatan Sistem Kesehatan dengan nilai kontrak Rp6,29 miliar.
Puskesmas ini melayani 9 desa di Kecamatan Lela dengan total penduduk 12.165 jiwa. Saat ini, Puskesmas Nanga didukung oleh 81 tenaga kesehatan, terdiri dari PNS, PPPK, dan tenaga paruh waktu.
Namun, sejak Oktober 2025, Puskesmas Nanga belum memiliki dokter, sehingga sementara waktu konsultasi dokter dilakukan melalui Puskesmas Koting.
Pembangunan gedung Puskesmas Nanga dikerjakan oleh CV Bintang Pratama selama 180 hari kerja, terhitung sejak 4 Juli hingga 30 Desember 2025, dengan konsultan perencana dan pengawas CV Delta Consult.
Dengan diresmikannya Puskesmas Nanga, Pemerintah Kabupaten Sikka berharap pelayanan kesehatan masyarakat Kecamatan Lela semakin bermutu, merata, dan manusiawi, sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.***
|
