Baginya investasi ini memiliki makna strategis dalam pembangunan Sumba Barat Daya ke depannya khususnya dalam mendorong percepatan investasi di sektor pariwisata dan perhotelan sebagai salah satu sektor unggulan di wilayah tersebut.
“Sektor ini sangat potensial untuk dikelola dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalau ini dikelola dengan baik maka dampaknya multi player effect. Sehingga di kesempatan ini Pemerintah menyambut baik kehadiran PT Costa di sini sebagai mitra,” katanya.
Dirinya mengatakan dengan latar belakang PT yang mengelola hotel bertaraf Internasional maka hal tersebut sangat menguntungkan Sumba Barat Daya dimana akan banyak sekali wisatawan yang akan mengunjungi wilayah itu.
Selain itu, kehadirannya pun sebut Bupati Ratu Wulla Talu akan memberikan pengalaman yang kompetitif dalam membangun pariwisata SBD.
Kendati bermanfaat, diakui Bupati Ratu lagi, hal terpenting lain yang perlu diperhatikan adalah investasi itu harus memberikan dampak langsung buat masyarakat lokal.
“Prinsipnya kami Pemerintah komitmen, setiap investasi harus bisa memperhatikan aturan yang ada. Kami juga mau pariwisata itu harus ada dampak buat masyarakat minimal 80 persen adalah pekerja lokal, lalu kita bisa dapat pajak dan yang terakhir adalah CSR,” katanya.
Oleh karenanya, ia meminta masyarakat mendukung pembangunan hotel tersebut dengan terus menjaga keamanan agar pihak investor bisa terus menanamkan investasinya di SBD.
Sementara itu, Direktur Utama PT Costa Hotels Sumba, Humphrey Quenet menyebut kalau ia sangat bersyukur bisa berinvestasi di wilayah itu.
Ia pun berharap nantinya, pihaknya bisa berkolaborasi dengan masyarakat setempat yang berekonomi lemah untuk meningkatkan ekonomi menjadi lebih baik.
“Saya juga menyukai anak-anak di sini. Semoga mereka bisa menjadi bagian dari pembangunan hotel ini. Dan saya tentu akan mengedukasi mereka terutama soal membuang sampah yang benar,” katanya lagi. ***
