NTTKreatif, TAMBOLAKA – Berbagai tempat wisata di Sumba Barat Daya SBD, Nusa Tenggara Timur NTT, memang menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Salah satunya wisata hutan roko raka Desa Redda Pada, kecamatan Wewewa Barat kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT.
Bagaimana tidak, hutan wisata itu mulanya ramai dikunjungi karena keindahannya.
Terlebih lokasinya juga tidak jauh dari pusat kota Tambolaka.
Di tempat tersebut selain keindahan alam, sejumlah infrastruktur pun sempat dibangun di areal tersebut.
Seperti lopo hingga tempat foto dengan latar belakang kuda Sumba.
Namun kini tempat wisata hutan roko raka Desa Redda Pada itu sudah terurus secara baik.
Seperti pantauan nttkreatif.com, Sabtu 27Juli pagi tadi, hutan wisata yang pernah viral itu tidak lagi terurus.
Banyak tumbuhan dan rumput yang sudah memenuhi lokasi tersebut hingga siapapun yang hadir kesulitan masuk ke areal tersebut.
Sedang kayu dan balok yang selama ini menghiasi rumah pohon mulai lapuk dan sudah tidak bisa digunakan lagi.
Padahal untuk membangun hutan wisata itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Tidak mengherankan jika kemudian sejumlah warga pun menyayangkan kondisi tersebut. Seperti yang diutarakan salah satu warga Kota Tambolaka, Yanto.
“Jujur saya sangat kesal ketika melihat kondisi wisata itu saat ini. Sebenarnya wisata hutan roko raka ini sangat bagus. Saya bahkan bangga dengan kemajuan wisata yang di SBD ini. Namum sekarang wisata ini sudah sangat tidak diurus lagi secara baik,” ungkapnya kesal.
Dirinya juga berharap agar kemudian wisata ini kembali ditata kembali agar bisa digunakan warga untuk mengisi waktu luangnya.
“Ya saya berharap pemerintah membuka mata agar wisata ini kembali ditata, sebab tempat ini juga sangat cocok untuk menghilangkan rasa lelah ketika berkendara melintasi jalur ini. Apalagi ketika nanti ada pedagang yang berjualan disni,” ungkapnya lagi.
|



Tinggalkan Balasan