NTTKreatif.com, Washington – Eskalasi perang antara Iran dengan Israel dan AS terus meningkat setiap harinya.

">

Selain menghancurkan sejumlah besar fasilitas dan sarana prasarana, perang tersebut juga sudah menelan ribuan nyawa manusia.

Berdasarkan laporan pada Minggu kemarin setidaknya ada 555 orang dilaporkan tewas di Iran, 13 di Lebanon, 10 di Israel, tiga di Uni Emirat Arab, dan dua di Irak.

Sementara di Oman, Bahrain, dan Kuwait masing-masing melaporkan satu korban jiwa di tengah serangan balasan Iran di kawasan.

Kendati sudah memakan banyak korban jiwa, namun nyatanya perang tersebut belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Terlebih lagi kedua kubu hampir setiap harinya saling berbalas serangan.

Presiden AS, Donald Trump sendiri di awal perang menyebut kalau pihaknya memprediksi kalau perang tersebut akan berlangsung 4 hingga 5 minggu.

Namun belakangan dirinya meralat pernyatana itu dengan menyebut kalau perang bisa saja berlangsung lebih dari 5 minggu.

“Sejak awal, kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk berjalan jauh lebih lama dari itu,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Ia juga menyebut Iran menimbulkan “ancaman besar” bagi AS, sembari kembali mengklaim bahwa serangan AS ke Iran pada Juni tahun lalu telah menghancurkan total program nuklir Iran.

‘’Program rudal balistik Iran tumbuh cepat dan dramatis, dan ini menimbulkan ancaman yang sangat jelas dan besar terhadap Amerika serta pasukan kami yang ditempatkan di luar negeri. Rezim itu sudah memiliki rudal yang mampu menjangkau Eropa dan pangkalan kami, baik di kawasan maupun di luar negeri, dan segera akan memiliki rudal yang mampu mencapai Amerika kita yang indah,” kata Trump dikutip dari Aljazeera. ***

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625