Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kebersamaan dan pengertian antar-kader agar Muhammadiyah semakin besar dan kokoh. Dr. Bachtiar juga mengingatkan bahwa tidak ada tempat bagi sikap merasa paling tahu dalam organisasi, karena setiap kader memiliki peran dalam menjaga dan membesarkan Muhammadiyah.
Pengajian rutin dan kajian terstruktur juga menjadi sorotan penting dalam ceramahnya, dengan dorongan agar pimpinan Ortom dan AUM aktif menyelenggarakan kajian Muhammadiyah secara berkala. Menurutnya, dakwah harus dilakukan dengan inovasi agar pesan kebaikan dan kebenaran dapat tersampaikan dengan efektif, membawa keceriaan dalam ber-Islam dan ber-Muhammadiyah.
Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pengkaderan dalam Muhammadiyah melalui program seperti Baitul Arqom dan Darul Arqom Dasar. Pembinaan kader ini, jelas Dr. Bachtiar, harus dijaga dan didukung sepenuhnya agar dakwah dan penanaman ideologi Muhammadiyah terus berlanjut dan tidak stagnan.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kabupaten Sikka memandang acara ini sebagai pengalaman intelektual yang berharga, memberikan wawasan yang mendalam dan membangkitkan semangat kader untuk mengimplementasikan pesan-pesan ini dalam bentuk tindakan nyata. Harapannya, dengan semangat yang diperoleh, seluruh elemen persyarikatan dapat bersama-sama membawa Muhammadiyah menuju masa depan yang lebih kokoh dan penuh manfaat bagi umat.***
|



Tinggalkan Balasan