NTTKreatif.com, Tambolaka – Kabupaten Sumba Barat Daya memang sudah dikenal sebagai salah satu kabupaten di Pulau Sumba yang kaya akan wisata alam dan budayanya.
Tidak heran, jika hampir setiap harinya para wisatawan baik lokal maupun mancanegara silih berganti datang berkunjung ke daerah tersebut.
Sayangnya, hal tersebut belum diikuti dengan kesiapan dalam pengelolaannya yang berimbas pada masih munculnya kasus dugaan pungli yang dialami para wisatawan.
Menjawab hal tersebut, Bupati SBD, Ratu Wulla Talu kepada wartawan belum lama ini mengungkapkan komitmen pihak pemerintah dalam mengelola sejumlah tempat wisata.
Selain akan memberikan perhatian terhadap infrastruktur jalan dan sarana prasarana di tempat wisataa, pihaknya juga sedang mendorong adanya pembentukan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis di masing-masing tempat wisata.
“Kita harus benahi sehingga tidak ada image ada pungli. Dan harus ada lembaga yang mengelolanya. Sehingga hari ini kita sedang mendorong pembentukan Pokdarwis di masing-masing tempat wisata atau kampung yang memiliki potensi wisata,” katanya.
Penyiapan lembaga ini sendiri terang Bupati Ratu Wulla Talu selain menghindari pungli juga untuk memastikan adanya dampak keberadaan wisata di wilayah tersebut.
“Sehingga pungutannya jelas. Siapa yang memungut ada regulasi yang mengatur. Berapa jumlahnya, disetor kemana. Itu harus jelas. Contohnya itu di Ratenggaro sedang ditata sekarang. Pokdarwisnya sudah dibentuk disana untuk mengelola potensi yang ada. Sedangkan kami pemerintah sedang menyiapkan air bersih, toilet di sana termasuk memberikan kursus bahasa inggris kepada anak-anak. Kelompok taninya kita beri alat pertanian. Selain itu ada juga dukungan dari BUMN untuk pengelolaan,” ungkapnya lagi.***
DILARANG KERAS!! Mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten apapun tanpa seizin NTTKREATIF.COM
Keberatan/Sanggahan? Kirim ke: nagagayamultimedia@gmail.com
