“Kami menyadari langkah ini sedikit keluar dari garis formalitas, tetapi demi menyelamatkan martabat Perseftim, kami ambil keputusan bijak ini dan kami bertanggung jawab penuh atasnya,” tegasnya.
Bupati Anton juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pengurus, pemain, dan pecinta sepak bola, untuk move on dari konflik dan perpecahan yang sempat terjadi. Ia menekankan pentingnya fokus pada misi besar: membawa nama Flores Timur harum di kancah nasional.
“Mari kita arahkan perhatian ke Yogyakarta. Kita ingin ukir prestasi terbaik, tunjukkan ketangguhan, sportifitas, dan semangat juang adik-adik pemain kita,” katanya penuh semangat.
Tak lupa, ia juga meminta dukungan seluruh pewarta dan insan media untuk menyebarkan kabar baik ini dengan nada positif, guna membangun persepsi publik yang mendukung moral tim.
Semoga Tuhan dan leluhur tanah Flotim menyertai langkah kita,” tutupnya.*(Ell)
|
