Oleh Yurgo Purab
(Anak Paroki Tokojaeng)
“Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal” (Yohanes 6:64).
Imamat yang begitu mulia itu diterimanya dengan iman serta penuh penghayatan menjadikan sosok Romo Lorens Yatim sebagai pendengar yang setia, ayah yang lembut dan murah senyum.
Sebagai anak Paroki Tokojaeng, saya melihat dan mengalami bahwa pastor Gereja Katolik itu telah menebarkan firman dan menghidupi firman itu di Paroki Tokojaeng.
Kesederhanaan dan kisah hidupnya menginspirasi saya bahwa hidup tak melulu sesuatu yang serius dan rumit tetapi warta kegembiraan dari Tuhan kepada umat-Nya. Kabar itu juga di bawa oleh Malaikat Gabriel kepada Maria.
Sebagai awam Katolik, saya melihat Romo Laurensius Yatim sebagai altar, dia yang memberi diri dan hidup dalam melayani Tuhan. Kesungguhannya itu membuat saya dan juga mungkin orang yang mengenal pastor yang satu ini pasti betul-betul kehilangan.
Kita kehilangan sosok gembala yang menjadi teladan iman dan pengayom hidup. Selamat jalan Romo, kami tetap setia mencintaimu, seperti yang engkau ajarkan bahwa Tuhan mencintai kami.***


Tinggalkan Balasan