“Pengamanan dilakukan secara terstruktur. Kita akan menempatkan personel di titik-titik strategis untuk memastikan arus umat tetap tertib dan aman,” ungkap Hendro Kia.
Hal senada disampaikan Yota Dias Alvi, yang menekankan pentingnya koordinasi antar petugas di lapangan.
“Kunci dari pengamanan adalah komunikasi dan koordinasi. Semua petugas harus saling terhubung agar setiap potensi gangguan bisa segera diatasi,” ujarnya.
Materi terkait keamanan dan ketertiban juga dipaparkan oleh Vinsen Leba, yang mengingatkan pentingnya sikap humanis dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Kita harus tegas, tetapi tetap humanis. Karena yang kita layani adalah umat yang datang untuk berdoa,” katanya.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan proses perekrutan personel Kamtib dari kalangan OMK, sebagai bentuk pelibatan langsung generasi muda dalam menjaga jalannya perayaan.
Kegiatan berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi. Antusiasme OMK menunjukkan kesiapan mereka untuk terlibat langsung dalam pengamanan Semana Santa tahun ini.
Sosialisasi ditutup pada pukul 21.08 WITA, dengan harapan seluruh peserta dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Semana Santa 2026 berlangsung di Larantuka.***(Ell)
|


