NTTKreatif.com, Larantuka – Menyambut perayaan Semana Santa 2026, Sie Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) menggelar kegiatan sosialisasi bagi Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Mater Misericordiae Pante Besar, Paroki Waibalun, Rabu (18/3/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Kapela Mater Misericordiae Pante Besar itu dihadiri sekitar 25 peserta, dengan menghadirkan Tim Kamtib Semana Santa 2026 sebagai pemateri utama.
Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sistem pengamanan serta memastikan kelancaran seluruh rangkaian perayaan religius tahunan yang menjadi ikon di Larantuka tersebut.
Ketua Sie Kamtib Semana Santa 2026, Eman Hokeng, dalam sambutannya menegaskan bahwa keterlibatan OMK sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan selama perayaan berlangsung.
“Peran OMK sangat strategis. Kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku yang ikut menjaga kekhusyukan dan ketertiban seluruh rangkaian Semana Santa,” ujar Eman.
Ia juga mengajak generasi muda untuk memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga nama baik tradisi iman yang sudah mendunia itu.
“Semana Santa bukan sekadar tradisi, tetapi juga wajah iman kita. Karena itu, keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh terkait makna Semana Santa hingga sistem pengamanan yang akan diterapkan.
Pemateri, Randi Diaz, menjelaskan bahwa Semana Santa memiliki nilai spiritual yang mendalam sehingga seluruh umat diharapkan menjaga sikap selama prosesi berlangsung.
“Semana Santa adalah perayaan iman yang penuh makna. Karena itu, setiap umat, termasuk OMK, harus menjaga sikap, disiplin, dan menghormati setiap prosesi yang berlangsung,” jelas Randi.
Sementara itu, Tim Kamtib Hendro Kia dan Yota Dias Alvi memaparkan sistem pengamanan yang akan diterapkan selama Semana Santa 2026, termasuk pembagian tugas dan titik-titik pengawasan.
“Pengamanan dilakukan secara terstruktur. Kita akan menempatkan personel di titik-titik strategis untuk memastikan arus umat tetap tertib dan aman,” ungkap Hendro Kia.
Hal senada disampaikan Yota Dias Alvi, yang menekankan pentingnya koordinasi antar petugas di lapangan.
“Kunci dari pengamanan adalah komunikasi dan koordinasi. Semua petugas harus saling terhubung agar setiap potensi gangguan bisa segera diatasi,” ujarnya.
Materi terkait keamanan dan ketertiban juga dipaparkan oleh Vinsen Leba, yang mengingatkan pentingnya sikap humanis dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Kita harus tegas, tetapi tetap humanis. Karena yang kita layani adalah umat yang datang untuk berdoa,” katanya.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga disampaikan proses perekrutan personel Kamtib dari kalangan OMK, sebagai bentuk pelibatan langsung generasi muda dalam menjaga jalannya perayaan.
Kegiatan berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi diskusi. Antusiasme OMK menunjukkan kesiapan mereka untuk terlibat langsung dalam pengamanan Semana Santa tahun ini.
Sosialisasi ditutup pada pukul 21.08 WITA, dengan harapan seluruh peserta dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Semana Santa 2026 berlangsung di Larantuka.***(Ell)
|


