NTTKreatif.com, Jakarta – Publik belakangan dibuat bingung dengan polemik pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan anggaran fantastis mencapai Rp1,8 triliun untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

">

Polemik ini muncul dalam rapat DPR RI bersama Menteri Koperasi belum lama ini.

Dikutip dari sejumlah media di Jakarta,
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI-P, Mufti Anam, secara terbuka mencecar Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, dalam rapat kerja terkait kebenaran proyek bernilai triliunan tersebut.

Mufti menyoroti spesifikasi serta rasionalisasi harga yang dinilai tidak masuk akal jika disandingkan dengan harga pasar umum.

“Izin ke Bapak Menteri. Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta yang nilainya Rp 1,8 triliun. Lalu, kemudian dari isu ini kami coba mencari informasi, tetapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini,” kata Mufti kala itu.

Dirinya kemudian membeberkan bahwa hasil pantauannya di sejumlah platform e-commerce menunjukkan harga satuan kipas angin model berdiri (standing fan) hanya berkisar di angka Rp300.000.

Harga tersebut dinilai bisa ditekan lebih murah jika dilakukan pembelian secara massal.