NTTKreatif.com, Larantuka – Penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi di Kabupaten Flores Timur dinilai masih timpang.

Di tengah derasnya bantuan logistik dan layanan kesehatan fisik, aspek krusial kesehatan mental anak penyintas justru luput dari perhatian serius pemerintah daerah.

">

Sorotan ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan, dan Anak DPC PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur, Konradus Sang Angin, dalam siaran pers yang diterima media, Kamis (5/2/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Bung Angin, anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Paparan ketakutan, penyintas berkepanjangan, ketidakpastian hidup, hingga hilangnya rasa aman berpotensi memicu trauma psikologis serius.

“Jika tidak ada intervensi sejak dini, trauma ini bisa menetap hingga dewasa dan berdampak pada perkembangan mental, emosional, bahkan sosial anak,” tegasnya.

Bung Angin mengungkapkan, hingga saat ini layanan dukungan psikososial bagi anak di lokasi pengungsian ataupun hunian sementara Lewotobi masih sangat terbatas. Ia menilai belum terlihat adanya sistem penanganan yang terukur dan berkelanjutan.

“Fakta di lapangan menunjukkan minimnya layanan konseling anak, keterbatasan tenaga psikososial terlatih, belum optimalnya ruang ramah anak, serta belum adanya program pemulihan trauma berbasis komunitas maupun sekolah darurat,” ujarnya.

Ia menegaskan, kesehatan mental anak dalam situasi bencana tidak boleh diposisikan sebagai isu pelengkap.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625