“Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi, koordinasi dan respon cepat terhadap berbagai dinamika di lapangan, termasuk kondisi cuaca kelautan kapal, kesiapan pelabuhan, keselamatan pelayaran, serta pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa transportasi laut,” ujarnya.
Dirinya mengatakan sesuai perkiraan, periode Angkutan Lebaran tahun ini, masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pergerakan ini adalah bagian dari mobilisasi nasional yang lebih besar.Masyarakat Indonesia diperkirakan melakukan perjalanan di seluruh moda berdasarkan survei nasional badan kebijakan transportasi kementerian perhubungan,” ucapnya
Lebih Lanjut Partigor menuturkan melalui Posko ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan arus naik dan turun penumpang laut.
“Sehingga pengawasan di pelabuhan maupun di bandara lebih baik lagi, dan arus naik turun pelabuhan berumpang pada masa-masa lebaran ini berjalan lancar,” ucapnya lagi.
Berdasarkan informasi, posko tersebut akan beroperasi selama 18 Hari ke depan dimulai dari tanggal 13 hingga 30 Maret 2026.***
|


