NTTKreatif.com, Maumere – Aliansi Wartawan Sikka atau AWAS Sikka menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada korban kebakaran rumah di RT 07/RW 04, Dusun Wolon Gerat, Desa Heopuat, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Kamis (12/2/2026) sore kemarin..
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Mama Maria Noeng, korban terdampak kebakaran yang menghanguskan rumah tinggal mereka pada Rabu silam.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di bawah tenda darurat yang menjadi tempat tinggal sementara Mama Maria Noeng dan disaksikan oleh Anggota BPD Desa Heopuat, Yohanis Paskalis.
Ketua AWAS, Mario WP Sina dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa penyerahan bantuan sembako yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) AWAS yang ke-12, yang akan diperingati pada 14 Februari 2026.
āAWAS sebagai wadah profesional wartawan di Kabupaten Sikka akan genap memasuki usia yang ke-12 pada 14 Februari 2026. Dalam rangka memperingati momentum tersebut, kami menyelenggarakan rangkaian kegiatan dengan tema āAWAS Peduli dan Hijaukan Sikka,ā ujarnya.
Ia menjelaskan, peringatan HUT AWAS kali ini tidak dirayakan secara seremonial, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, tema tersebut diwujudkan melalui dua kegiatan utama, yakni aksi kemanusiaan dan aksi pelestarian lingkungan.
Aksi kemanusiaan dilaksanakan melalui bakti sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada korban kebakaran di Desa Heopuat.
āKami ingin kehadiran AWAS tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga yang terdampak,ā tambahnya.
Selain bakti sosial, AWAS juga akan melaksanakan aksi pelestarian lingkungan berupa penanaman mangrove di kawasan hutan bakau Dusun Namondale, Desa Nangahale, pada Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan penanaman mangrove tersebut merupakan bentuk komitmen AWAS dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan serta menjaga ekosistem pesisir di Kabupaten Sikka.
Sementara itu, Mama Maria Noeng menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian AWAS.
Pasalnya, akibat kebakaran itu, seluruh isi rumahnya hangus terbakar. Tidak ada barang yang berhasil diselamatkan, kecuali dokumen penting berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang sebelumnya dibawa saat proses validasi bantuan oleh Dinas Sosial di Kantor Desa Heopuat.
Anggota BPD Desa Heopuat, Yohanis Paskalis, mengatakan bahwa Mama Maria merupakan salah satu warga janda kurang mampu di desa tersebut. Rumah yang terbakar itu diketahui baru dibangun sekitar tahun 2022.
āKami berencana mengupayakan intervensi bantuan stimulan perumahan dari anggaran dana desa berupa bahan bangunan senilai Rp15 juta untuk membantu membangun kembali rumah Mama Maria,ā ujar Yohanis.
Saat ini, korban sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihakĀ berupa bantuan material bangunan untuk dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak huni.***
|
