NTTKreatif.com, Tambolaka– Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Wulla Talu, secara resmi membuka Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Dasar bagi masyarakat transmigrasi kawasan Kodi-Loura, Pada Selasa 4 Agustus, 2026.
Acara yang akan berlangsung selama 7 hari di Aula Sekretariat GMNI SBD tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) SBD, Kepala Dinas P&K, serta tim dari Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Denpasar.
Sebanyak 30 peserta transmigran tampak antusias mengikuti pembukaan pelatihan yang dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas wirausaha lokal tersebut.
Mewakili panitia penyelenggara, Putu Yuniary menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten SBD dan seluruh pihak yang telah bersinergi demi terlaksananya kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat transmigrasi menjadi bukti nyata besarnya harapan warga untuk meningkatkan taraf hidup melalui wirausaha.
Dalam arahannya, Bupati Ratu Wulla Talu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPPMT Denpasar dan Dinas Nakertrans SBD atas kolaborasi tersebut.
Menurut Bupati Ratu, pembukaan kawasan transmigrasi baru bukan sekadar pemindahan pemukiman, melainkan strategi dalam memantik titik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah SBD.
“Dengan membuka kawasan transmigrasi yang baru, roda perekonomian masyarakat otomatis akan bergerak. Ini adalah langkah konkret tindak lanjut Kementerian melalui Balai Transmigrasi di Denpasar,” tegas Ratu Wulla.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten SBD berkomitmen penuh mendukung seluruh program pemberdayaan agar kawasan transmigrasi mampu menjadi pusat kemandirian ekonomi.
Bupati SBD berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya demi mendongkrak kesejahteraan ekonomi rumah tangga.
Ia menekankan pentingnya penguatan tiga pilar utama pembangunan daerah, yakni sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
“Jika tiga faktor utama seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat sudah membaik, secara otomatis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumba Barat Daya akan melesat naik,” ujarnya.
Di tengah situasi efisiensi dan pemangkasan anggaran daerah, Ratu Wulla Talu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan pernah tinggal diam atau patah semangat.
Pihaknya terus membangun sinergi kuat dan memperjuangkan intervensi anggaran, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.
Namun demikian, Bupati Ratu mengingatkan bahwa keberhasilan seluruh program pemerintah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat di lapangan.
“Pemerintah punya program sehebat apa pun, jika masyarakat tidak berpartisipasi aktif, semuanya akan sia-sia. Partisipasi aktif warga adalah kunci utama,” ungkapnya lagi
Lebih jauh, Bupati Ratu menggarisbawahi bahwa ketahanan pangan daerah yang kokoh harus bermula dari ketahanan di tingkat rumah tangga.
“Saya mengajak para bapak dan mama sekalian di kawasan transmigrasi, mari kita berlomba-lomba dan berkompetisi secara sehat untuk membangun keluarga yang berkualitas dan mandiri,” ajaknya.
Kegiatan pelatihan ini resmi dibuka secara simbolis melalui penyerahan papan nama peserta serta perlengkapan pelatihan kewirausahaan oleh Bupati SBD kepada perwakilan peserta transmigran Kodi-Loura. ***
