NTTKreatif.com, Tambolaka – 1 Juli 2025 mungkin menjadi hari yang tidak pernah dilupakan oleh kebanyakan masyarakat SBD. Bukan hanya karena hari itu adalah HUT Bhayangkara saja tapi juga hari dimana Bupati mereka, Ratu Wulla Talu menjadi sosok yang paling dicari di platform media sosial.

">

Hal ini tidak lepas dari aksi sidaknya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD usai apel di Polres SBD mendadak viral di media sosial dan dibagikan berulang-ulang oleh para pengguna media sosial baik Facebook, TikTok, Instagram dan lain sebagainya. Bahkan videonya saat adu mulut dengan operator tunjangan guru, Catherina Rambu Kapu alias Catty jadi trending topik di sejumlah media massa seantero Nusantara.

Bukan tanpa sebab, aksinya tersebut dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan para guru di SBD yang selama ini menganggap pengurusan aneka tunjangan khususnya Tunjangan Khusus Guru atau tunjangan guru daerah terpencil masih dipersulit oleh Dinas Pendidikan padahal sebelumnya dirinya sempat mengingatkan sang operator untuk tidak lagi mempersulit apa yang menjadi hak guru.

Alhasil sidak tersebut pun membuat para guru lainnya mulai ikut-ikutan bersuara lantang setelah sebelumnya diam seribu bahasa. Mereka seolah mendapatkan angin segar dukungan Bupati di tengah kegundahan hati yang terlampau nyaman dengan tekanan yang ada. Hasilnya pun mulai terasa sekarang. Aneka tunjangan mereka pelan-pelan mulai cair yang membuat senyuman yang hilang itu akhirnya kembali.

Namun tidak dengan dua guru di SDN Gollu Uta, Remigius Kana Laka dan Antonius Nusa. Bagaimana tidak, saat rekan guru lainnya sedang disibukkan dengan proses penerimaan siswa baru, keduanya malah harus hadir di Polres SBD untuk memberikan klarifikasi kepada penyidik Tipikor atas kasus tunjangan khusus guru yang menyeret nama keduanya dalam pusaran.

Remigius Kana Laka sendiri adalah guru yang sempat disebut Bupati SBD, Ratu Wulla Talu saat sidak waktu itu dan darinya baru diketahui kalau ada cerita lain dibalik itu dimana nama Remigius tiba-tiba menghilang dari daftar penerima tunjangan guru dan digantikan oleh guru lainnya Antonius Nusa.

Anehnya, saat dikonfirmasi para wartawan sesaat sebelum memberikan klarifikasi, Antonius Nusa malah kaget dan bingung. Dirinya merasa tidak pernah merasa kalau dirinya menerima tunjangan guru di daerah terpencil tersebut.

Bahkan beberapa kali ditanya dirinya selalu konsisten dengan jawabannya tersebut. Hal tersebut dikarenakan selama ini dirinya tidak pernah mengurus berkas sebagai prasyarat menerima tunjangan guru tersebut mengingat statusnya di SDN Gollu Uta hanyalah guru titipan untuk bisa mengikuti seleksi PPPK tahun 2024.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625