TAMBOLAKA, NTTKreatif.com – Wabah African Swine Fever (ASF) kembali melanda Pulau Sumba. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, kematian ternak babi akibat virus ini menambah beban warga.

Menanggapi ancaman ini, Polres Sumba Barat melalui Satreskrim melakukan pengamanan untuk mencegah penyebaran virus ASF.

">

Pada Selasa, 14 Januari 2025, petugas berhasil mengamankan 12 ekor babi yang diduga terinfeksi virus tersebut di kawasan Hutan Manupeu Tanah Daru, Sumba Tengah.

Operasi ini juga mengamankan satu unit mobil pick-up serta dua orang, yakni sopir dan pemilik ternak. Menurut informasi, ternak babi tersebut berasal dari Sumba Timur dan rencananya akan dijual di wilayah Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Kasat Reskrim Polres Sumba Barat, IPTU Gede Santoso, mengungkapkan pengamanan ini bermula dari laporan peternak lokal yang mencurigai adanya perdagangan babi yang terinfeksi virus ASF.

Setelah penyelidikan, kata dia, Unit Tipidter dan Unit Buser berhasil mengidentifikasi upaya penyelundupan ini.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625