NTTKreatif.com, BELU – Proses seleksi calon Sekretaris Desa (Sekdes) Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, mendadak jadi sorotan hangat. Pasalnya, salah satu peserta seleksi, Rintorius Oes, mengaku berkas pendaftarannya sengaja tidak diperiksa pada tahapan verifikasi administrasi oleh Kepala Desa (Kades).
Kecewa atas perlakuan yang dinilai tidak adil tersebut, Rintorius mendesak Bupati dan DPRD Kabupaten Belu untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap proses seleksi perangkat desa di wilayah tersebut, sebelum kejanggalan sampai ditelinga pemerintah provinsi.
Kepada media pada Rabu 1 Juli, 2026. Rintorius membeberkan kronologi yang dialaminya. Ia mendaftarkan diri secara resmi sebagai calon Sekdes Loonuna pada 15 Juni 2026 lalu.
Sesuai tahapan, pada Selasa, 30 Juni 2026, panitia seleksi menyerahkan berkas seluruh peserta kepada Kepala Desa untuk dilakukan pemeriksaan administrasi.
Namun, kejutan tidak menyenangkan terjadi di ruang kerja Kades. Menurut pengakuan Rintorius, saat berkas miliknya diserahkan, Kepala Desa langsung menolak untuk memeriksanya.
“Kepala Desa menolak memeriksa berkas saya dengan alasan yang sangat subjektif. Beliau secara terang-terangan mengatakan tidak ingin memiliki bawahan yang selama ini kerap mengkritik kepemimpinannya,” ungkap Rintorius.
Rintorius tidak menampik bahwa dirinya bersama sejumlah pemuda Desa Loonuna memang aktif mengawal jalannya roda pemerintahan desa.
