NTTKreatif.com, Jakarta – Praktik judi online atau judol dan kecanduan game online nyatanya belum mampu diredam dengan baik oleh pemerintah.

Padahal sebelumnya, Pemerintah sejak masa pemerintahan Presiden ke 7 Jokowi hingga Presiden Prabowo terus melakukan upaya meminimalisir praktik tersebut.

">

Salah satunya dengan menutup sejumlah web judol maupun iklan di media sosial.

Parahnya, saat ini upaya itu dilakukan, Kementerian Kesehatan pun merilis dampak ikutan dari praktik tersebut.

Dimana menurut Kementerian Kesehatan terjadi peningkatan jumlah pasien di rumah sakit jiwa (RSJ) akibat kecanduan game dan judi online (judol).

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, dr. Imran Pambudi, menyebut saat ini terdapat 54 RSJ di seluruh Indonesia yang turut menangani kasus adiksi.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625