NTTKreatif.com, Larantuka – Berada di garis pantai kota Larantuka, Kelurahan Ekasapta hadir memberi warna yang tak biasa. Ia memberi kita pesan, bahwa di dalam perbedaan kita terlahir dalam satu rahim: Lamaholot.
Sebagai kampung Muslim terbesar di kota itu, Kelurahan Ekasapta sukses membangun kampung Ramadhan, mendirikan pusat takjil yang mempertemukan orang dari berbagai lintas agama serta terlibat aktif dalam acara-acara multikultural semisal pengalungan terhadap Uskup Hans Monteiro, baru-baru ini.
Kita patut mengapresiasi Lurah Ekasapta, Dave Valentino Mautuka dan Remaja Masjid: Saiful Rahman, Aswan Muhammad, Fauji, Lecet Ismail, Oncu Betan, Bayu, Jasman, Abubakar Poso, dan teman-teman atas kontribusi positif yang terus bergema di Flores Timur. Hal ini menandakan bahwa selebrasi kerukunan beragama terus tumbuh dan berdampak pada kehidupan masyarakat Flores Timur.
Hari ini, Kelurahan Ekasapta kembali membangun posko Toleransi bagi Peziarah umat Katolik dengan menyuguhkan air, seruput kopi dan teh, hingga cas handphone dan toilet gratis. Semuanya tanpa bayar.
Oncu Betan mengatakan, terminologi posko toleransi adalah buah pikiran yang memberi pesan persahabatan dan persaudaraan.
“Toleransi buah pikiran kita untuk mengikat teman-teman peziarah. Kebetulan di Ekasapta kan kampung Muslim. Sehingga peziarah merasa nyaman,” kata Oncu Betan saat ditemui di posko sore tadi.
Oncu Betan menyebut, momentum Semana Santa adalah waktunya mengikat tali persaudaraan dari teman-teman Islam, Katolik dan semua agama lain.
Sementara, Lurah Ekasapta, Dave Valentino Mautuka menyebut Posko Toleransi menyediakan ngopi dan ngeteh dan cas handphone gratis.
“Mendirikan Posko Toleransi Rest Area, sebagai tempat beristirahat buat peziarah dari luar kota Larantuka, juga disiapkan fasilitas wc/kamar mandi, air minum, kopi/teh dan cas handphone yang semuanya gratis,” Kata Lurah Ekasapta, Dave Valentino Mautuka.
Dave mengatakan, pemerintah kelurahan dan anak muda Ekasapta telah menyelesaikan persiapan Posko Toleransi Rest Area Kelurahan Ekasapta yang letaknya persis disamping Kantor Lurah Ekasapta atau di depan pasar Daerah Larantuka.
“Demi terus menjaga dan merekat semangat toleransi di bumi Lamaholot, terkhususnya di kota Larantuka, maka Pemerintahan Kelurahan dan anak muda Ekasapta tergerak untuk Mensukseskan event Semana santa tahun 2026 di kota Larantuka,” ujarnya.
Jadi bagi peziarah yang bertandang ke kota Larantuka, jangan lupa mengunjungi posko Toleransi d Kabupaten Flores Timur.
Data yang diterima dari grafik peziarah Semana Santa di website Keuskupan Larantuka, hingga pagi ini tercatat 2.006 peziarah yang mendaftar dengan jumlah WNA 20 orang.
“Dari negara Timor Leste (13), Australia (4) Prancis (2) dan USA (1),” kata Sekertariat pendataan Semana Santa, Randy Diaz.
Randy mengatakan, data peziarah beragama Kristen 57 orang, Islam 14 orang, Budha 6 orang, Hindu 1 orang dan Katolik 1.927 orang.
Para peziarah ini menetap di hotel-hotel yang di kota Larantuka, home Stay, fasilitas umum dan rumah warga.
Sementara, Kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Flores Timur, Herry Lamawuran mengatakan, Kominfo berkolaborasi dengan penyedia jasa telekomunikasi secara intensif guna mendukung perayaan Semana Santa.
Hal itu, lanjut Herry, guna memastikan akses internet tetap stabil dan dapat digunakan baik oleh media yang meliput maupun oleh panitia yang membutuhkan komunikasi dengan pihak luar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Telkomsel, XL, dan beberapa penyedia lainnya. Surat resmi juga sudah kami layangkan. Selasa kemarin, para penyedia mulai melaksanakan tugas masing-masing untuk memperkuat jaringan di beberapa titik strategis,” ujarnya.
Hery mengatakan, Telkomsel sebagai operator dengan jumlah pengguna terbesar di Flores Timur sehingga diberi perhatian terlebih pada Kapela Tua Meninu dengan pemasangan microwave, serta halaman Gereja Katedral Larantuka.
Selain itu, satu unit mobile combat akan ditempatkan di jalur prosesi, tepatnya di kawasan Balela dan Lohayong.
“Kami berharap ketersediaan jaringan internet selama pekan semana Santa tahun ini berjalan lancar. Internet menjadi kebutuhan penting, bukan hanya untuk dokumentasi, tetapi juga untuk komunikasi panitia dengan tamu dari luar daerah,” tandasnya.*** (Lado Purab)
|


