Oleh karenanya, tambah Bupati Ratu maka perlu adanya tiga pilar utama pembangunan keluarga, yaitu kesehatan melalui penuntasan stunting sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan, pendidikan karakter dengan mengembalikan fungsi keluarga sebagai madrasah pertama, serta ketahanan mental dan spiritual agar anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh.
Secara khusus, Bupati Ratu juga menyentil peran penting kehadiran ayah dalam pengasuhan anak dimana ia meminta semua ayah bisa mengajak anak berdialog, serta membatasi screen time agar meja makan tidak sunyi dari obrolan akibat kesibukan menatap layar HP masing-masing.
Di akhir pidatonya, disampaikan bahwa segala bentuk patologi sosial remaja saat ini, mulai dari tawuran, perundungan, seks bebas, hingga narkoba, merupakan alarm darurat adanya malfungsi di dalam rumah.
Oleh karena itu, membentengi anak melalui fungsi keagamaan dan moral adalah harga mati karena keluarga merupakan hulu dari semua kebijakan publik dan kesuksesan pembangunan nasional.
“Tidak ada gunanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi atau infrastruktur yang megah jika generasi yang mewarisinya rapuh secara moral dan rusak secara mental,” pesannya lagi mengingatkan. ***
