Menurutnya, informasi dan data dari masyarakat sangat dibutuhkan sebagai bahan perjuangan di tingkat nasional. “Saya wakil rakyat yang bertanggung jawab kepada rakyat. Karena itu, saya membutuhkan data dan informasi dari lapangan yang mungkin belum saya dengar,” ujarnya.
Mekeng juga mengakui keterbatasannya untuk selalu hadir di tengah masyarakat karena tugas di parlemen. Karena itu, Rumah Aspirasi diharapkan menjadi penghubung yang memudahkan masyarakat dalam menyampaikan berbagai persoalan.
Ia bahkan mengajak masyarakat untuk menganggap tempat tersebut sebagai rumah bersama. “Anggap rumah aspirasi ini rumah kalian. Siapa pun tim yang ada di sini, bahkan bisa beristirahat di sini,” katanya.
Tak hanya itu, Mekeng juga mendorong generasi muda untuk aktif menyampaikan aspirasi dan gagasan, sebagai bagian dari proses melahirkan calon pemimpin masa depan.
Acara peresmian turut diisi dengan doa pemberkatan yang dipimpin oleh Pater Sam, yang memohon agar Rumah Aspirasi tersebut menjadi tempat yang membawa manfaat, kedamaian, dan solusi bagi masyarakat.
Dengan diresmikannya Rumah Aspirasi ini, diharapkan jembatan komunikasi antara rakyat dan wakilnya di DPR RI semakin kuat, sehingga berbagai kebutuhan masyarakat di NTT I dapat diperjuangkan secara lebih efektif di tingkat nasional.***
|



