NTTKreatif.com, Maumere – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka bersama Perum Bulog Cabang Maumere menggelar Gerakan Pangan Murah atau GPM Serentak Nasional di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Sikka (13/2/2026).
GPM ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan.
Kepala Bulog Cabang Maumere, Marthen Luther Sesa di kesempatan itu memastikan ketersediaan stok pangan untuk wilayah kabupaten sikka dalam kondisi aman.
“Untuk stok saat ini aman, per kemarin ada 934 ton dan rencananya akan masuk lagi 4.500 ton secara bertahap, Jadi ketersediaan beras bisa sampai hari raya Lebaran 2026. Stok Bulog cukup untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Sikka” ujar Marthen di sela-sela kunjungan ke Sekretariat Awas Sikka.
Lebih lanjut, Marthen menjelaskan selain menyediakan beras Medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), ada juga beras premium.
Selain itu, Bulog juga mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan program Minyakita kedepan.
Penyaluran tersebut merupakan bagian dari mandat pemerintah kepada BUMN pangan untuk menjaga distribusi dan harga minyak goreng tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bulog Cabang Sikka juga akan mulai mendistribusikan Minyak Kita yg saat ini dalam proses (perjalanan) dengan harga 14.500/liter. Bulog Maumere dalam tahap awal mendapat alokasi 68.750 liter.
Distribusi tersebut disertai pengawasan dari Satgas Pangan agar harga tetap sesuai ketentuan.
“Beberapa hari lalu kami melakukan sidak ke pasar-pasar dan berdasarkan hasil sidak bersama Satgas Saber Pangan Polres Sikka, secara umum tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan menjelang Ramadhan, jika ada permainan atau ada pengoplosan atau pencampuran beras yang tidak sesuai standar, apabila ada yang menemukan harap segera melaporkan ke satgas pangan Polres Sikka,” pesannya lagi.
Marthen menegaskan Bulog akan terus mengupayakan memenuhi kebutuhan beras dan minyak goreng di Sika Jika terjadi lonjakan harga, kami siap untuk terus mengadakan pasar pangan murah.
“Kami berharap kondisi komoditas pangan pokok, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, tetap stabil dan sesuai ketentuan HET,” kata Marthen.***

