Siswa SMP asal Konga, Rambu dan Ledi kepada wartawan pun mengaku senang dengan aktivitas belajar bersama teman-teman pengungsi.
Bagi mereka perbedaan sekolah bukan jadi alasan untuk belajar bersama.
“Kami senang belajar bersama mereka karena bisa dapat ilmu dari mereka dan bisa dapat teman baru,” ujar keduanya.
Sementara itu, salah satu sisws SMP Satap Nobo, Farel yang ikut mengungsi mengakui kalau aktivitas belajar mengajar sudah berlangsung sejak dua minggu lalu.
“Sudah dua minggu lalu kami belajar begini. Materinya seperti yang kami dapat di sekolah. Cuma belajarnya hanya dua jam saja dari jam 8-10,” katanya.
Kendati senang karena masih mendapatkan ilmu lewat aktivitas belajar mengajar namun dirinya mengakui kalau dirinya bersama teman-teman sangat rindu untuk pulang kembali dan bersekolah seperti dulu.
“Kami harap supaya Gunung Lewotobi bisa seperti dulu lagi supaya kami bisa belajar karena suasana berbeda di sini dengan di sana,” tambahnya. ***
|



Tinggalkan Balasan