NTTKreatif.com, Larantuka Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur menggelar peringatan Peristiwa 27 Juli atau Kudatuli dengan menghadirkan kembali kisah perlawanan rakyat terhadap rezim Orde Baru sebagai pengingat pentingnya menjaga demokrasi di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di pelataran talud Kelurahan Larantuka, Kecamatan Larantuka, Senin (27/7/2026) malam itu dihadiri kader PDI Perjuangan, mahasiswa, insan pers, serta sejumlah tokoh masyarakat. Suasana dibuat khidmat melalui refleksi sejarah yang dikemas sebagai ruang merawat ingatan kolektif.

">

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur, Antonius Hubertus Gege Hadjon, mengatakan peringatan tersebut bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan demokrasi bangsa hingga saat ini.

Menurut dia, Peristiwa 27 Juli 1996 merupakan salah satu catatan penting dalam perjalanan politik Indonesia yang memperlihatkan keberanian rakyat dan mahasiswa dalam menghadapi kekuasaan yang dinilai membatasi ruang demokrasi.

“Di era itu, ada kisah nyata tentang kebangkitan rakyat dan mahasiswa menentang kekuasaan. Kami sengaja menghadirkan kembali cerita itu agar kita semua dapat melihat perjalanan bangsa ini, sekaligus bertanya kepada diri sendiri apakah semangat perjuangan itu masih kita jaga dan rawat hingga hari ini,” kata Gege Hadjon.

Mantan Bupati Flores Timur periode 2017–2022 itu menuturkan, sejarah tidak boleh dipandang sebagai cerita masa lalu yang selesai begitu saja. Menurutnya, pengalaman bangsa harus menjadi pelajaran agar praktik-praktik yang menghambat demokrasi tidak kembali terulang.

Ia mengungkapkan, pengalaman hidup pada masa Orde Baru memberikan gambaran bagaimana saluran demokrasi pernah mengalami pembatasan. Karena itu, generasi saat ini perlu memahami sejarah sebagai bekal dalam menjaga kehidupan demokrasi yang sehat.

Gege Hadjon menilai demokrasi tidak dapat bertahan hanya dengan mengandalkan aturan perundang-undangan. Demokrasi, kata dia, harus terus dipelihara melalui kesadaran kolektif masyarakat untuk menghargai kebebasan berpendapat, menghormati perbedaan, serta mengawasi jalannya pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk menjadikan semangat perjuangan para pendahulu sebagai energi dalam mengawal kepentingan rakyat.