NTTKreatif, LARANTUKA – Sabtu malam, 24 Agustus 2024, hujan yang turun di wilayah lereng Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, membawa bencana bagi sejumlah rumah warga sekitar.
Air bercampur lumpur menggenangi rumah-rumah warga di beberapa desa di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura. Hal ini pun menambah derita yang telah lama mereka alami sejak erupsi Gunung Lewotobi beberapa bulan lalu.
Hujan ini tidak hanya membawa air, tetapi juga endapan abu vulkanik dan pasir halus dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang saat ini masih berstatus Level III (Siaga).
Selain itu, material vulkanik yang selama ini mengendap di atap rumah kini bercampur dengan air hujan, menciptakan lumpur cokelat beraroma belerang yang meresap ke dalam rumah-rumah warga.
Di Desa Hokeng Jaya, Yois Tolok (25), seorang warga yang terdampak, menceritakan bagaimana keluarganya harus berjaga sepanjang malam membersihkan air hujan bercampur lumpur yang masuk ke rumah.
“Atap rumah kami sudah bocor karena beban belerang yang menumpuk selama delapan bulan terakhir. Hujan yang turun tadi malam membuat air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah, menyebabkan kami sekeluarga tidak bisa tidur dengan nyaman,” ungkap Yois.
Tidak ada pilihan lain bagi Yois dan keluarganya selain berjuang membersihkan lumpur yang terus mengalir ke dalam rumah. Dengan sapu lidi dan alat pel sederhana, mereka berusaha menahan lumpur agar tidak merusak seluruh perabotan rumah tangga.
|

Tinggalkan Balasan