NTTKreatif.com, Tambolaka – Belum lama ini, 5 kelompok tani datangi kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) NTT, pada Selasa tanggal 29 Juli 2025.

Pasalanya, Kepala Dinas pertanina SBD Yohanis Frin Tuka menipu 5 kelompok tersebut yang mendapat bantuan Sumur Bor yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

">

Sebelumnya, 5 kelompok tersebut berulang kali meminta rekomendasi percairan tahap II usai percairan tahap I dilakukan.

Sementra itu, Kadis Pertanian SBD mengaku anggaran untuk pengerjaan tahap II dan III telah dikembalikan ke khas daerah.

Anehnya, ketika kelompok tani mengecek kebenarannya, uang tersebut masih tersimpan dalam rekening kelompok yang dibuktikan dengan hasil print rekening koran oleh kelompok tani.

Hal itu pun membuat ketua kelompok Ngindi Ate, Theodorus Bilhelus Reda Lete mengecam keras pernyataan Kadis Pertanian yang malah menipu kelompok tani tersebut.

Theodorus pun kini meminta mempertanggungjawabkan persoalan yang kini dialami oleh 5 kelompok tani.

“Bapak bilang uang ini sudah dikembalikan ke Negara, berarti bapak tahu?” tanya Theodorus.

Dengan rasa ketikdak puasaannya, ketua kelompok Ngindi Ate menyakan bukti yang meyakinkan bahwa anggaran tahap II dan III tersebut telah dikembalikan ke khas daerah.

Sebab kata dia, bukti print rekening koran yang menunjukan anggaran tersebut masih ada dalam rekening kelompok yang dikantongi olehnya.

Terima Kasih sudah membaca berita/artikel kami. Terus dukung kami dengan cara berdonasi ke Rek Bank NTT: 2513684625